Minggu, 18 Maret 2012

Kehadiran Nyata Kristus Dalam Ekaristi


LANCIANO, sekitar 700 M
http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/1x1.gif
Lanciano adalah sebuah kota kecil di pesisir Laut Adriatic di Italia. Lanciano berarti “tombak”. Menurut tradisi, Santo Longinus, prajurit yang menikamkan tombaknya ke lambung Yesus hingga mengalir Darah dan Air (Yoh 19:34), berasal dari Lanciano. Longinus bertobat setelah peristiwa penyaliban dan di kemudian hari wafat sebagai martir demi imannya.

Pada masa terjadinya mukjizat Ekaristi ini, suatu bidaah (ajaran sesat) menyebar dalam Gereja menentang ajaran tentang Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi. Dalam hati seorang imam timbul keragu-raguan dan keragu-raguannya itu semakin lama semakin kuat. Suatu pagi, saat Konsekrasi dalam perayaan Misa, tubuhnya gemetar dan berguncang hebat. Di hadapan umat, ia menunjukkan apa yang telah terjadi
Hosti telah berubah menjadi Daging dan anggur menjadi Darah!

Mukjizat ini terjadi hampir 1300 tahun yang silam dan berlangsung hingga kini. Sekitar tahun 1970-an dilakukan penelitian dan hasilnya membuktikan bahwa daging tersebut adalah jaringan jantung manusia dan darahnya adalah darah manusia, keduanya memiliki golongan darah AB. Darah memiliki karakteristik darah hidup dan tidak diketemukan adanya bahan pengawet atau sejenisnya, baik dalam daging maupun dalam darah. 
http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/1x1.gif
Mungkin mukjizat Darah yang meluap hendak menunjukkan kepada kita bahwa Yesus sungguh hadir dalam Ekaristi. Mari merenungkan bagaimana seharusnya kita berubah setelah menyambut Yesus dengan mengijinkan-Nya tinggal dalam kita dan mengisi kita dengan kuasa Roh Kudus.



Gambar di sebelah kanan bukan lukisan melainkan foto asli. Adalah rahmat, yang diberikan kepada seorang imam Jerman, Pastor Palmatius Zilligen (meninggal 20 April 1989), pada hari ketiga sesudah tahbisannya sebagai imam. Baik imam Zilligen, maupun saudaranya yang mengabadikan peristiwa itu, tidak melihat keajaiban, yang baru tampak indah sekali dan menakjubkan dalam foto hasil pemotretan: Penyelamat yang tersalib, sebagai bukti bahwa Kurban Ekaristi Kudus dan penebusan pada salib adalah sama. Perbedaannya hanya terletak pada cara persembahan.

Sumber : “Kurban Misa Kudus - Dalam Penglihatan Bruder Kostka (Joseph Wasel)”; Klemens Kiser; Penerbit Nusa Indah 2003




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar