Tampilkan postingan dengan label Sejarah SMA XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah SMA XI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2013

Kerajaan Hindu - Budha di Indonesia

A.MASUKNYA KEBUDAYAAN DAN AGAMA HINDU KE INDONESIA

Hubungan dagang antara Indonesia dengan India berpengaruh terhadap masuknya budaya Hindu - Budha ke Indonesia. Agama Budha disebarluaskan ke Indonesia oleh para bhiksu, sedangkan mengenai pembawa agama Hindu ke Indonesia terdapat 4 teori sebagai berikut :
1.      Teori Ksatria : bahwa para prajurit yang kalah perang masuk ke dan menetap di nusantara
2.      Teori Waisya : bahwa penyebaran agama Hindhu di sebarkan oleh para pedagang
3.      Teori Brahmana : Para brahmana lah yang menyebarkan Agama Hindu
4.      Teori Campuran / teori Nasional / teori arus Balik , yaitu para Brahmana datang ke nusantara atas undangan para kepala suku yang kemudian menjadi Hindhu, kemudian para raja mengirimkan pelajarnya untuk memperdalam Hindhu ke India
Bukti tertua adanya pengaruh India di Indonesia adalah ditemukannya Arca Budha dari perunggu di Sempaga, Sulawesi Selatan.

Kerajaan Hindu – Budha di Indonesia

1. KERAJAAN KUTAI

Kerajaan Kutai atau Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga. Diduga ia belum menganut agama Hindu.

Peninggalan terpenting kerajaan Kutai adalah 7 Prasasti Yupa, dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta, dari abad ke-5 Masehi.Yupa berfungsi sebagai tiang batu tempat menambatkan/mengikat hewan kurban. Salah satu Yupa menyebutkan raja yang paling terkenal adalah Mulawarman.” Salah satu prasastinya juga menyebut kata Waprakeswara yaitu tempat pemujaan terhadap Dewa Syiwa.

C.           TARUMANEGARA
Kerajaan Tarumanegera di Jawa Barat hampir bersamaan waktunya dengan Kerajaan Kutai.Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanegara yang ketiga dan yamg paling terkenal (395 – 434 M). Menurut Prasasti Tugu pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km) dalam waktu 21 hari.

Dari kerajaan Tarumanegara ditemukan sebanyak 7 buah prasasti. Lima diantaranya ditemukan di daerah Bogor. Satu ditemukan di desa Tugu, Bekasi dan satu lagi ditemukan di desa Lebah, Banten Selatan. Prasasti-prasasti yang merupakan sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Prasasti Kebon Kopi : terdapat cap telapak kaki Gajah.
2.    Prasasti Tugu,
3.    Prasasti Munjul atau Prasasti Cidanghiang,
4.    Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor : terdapat telapak kaki raja Mulawarman.
5.    Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor
6.    Prasasti Jambu, Bogor
7.    Prasasti Pasir Awi, Bogor.

 

D.  KERAJAAN SRIWIJAYA

Keadaan alam Pulau Sumatera dan sekitarnya pada abad ke-7 berbeda dengan keadaan sekarang. Dahulu daratan sumatera lebih sempit sedangkan laut selat malaka jauh lebih luas.
Beberapa faktor yang mendorong perkembangan kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan besar antara lain sebagai berikut :
1.  Letaknya yang strategis di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
2.  Memiliki armada laut yang kuat sehingga dikenal sebagai negara maritim(sarwajala).
3. memiliki pelabuhan laut yang ramai dikunjungi para pedagang
4. Memiliki kapal-kapal dagang yang banyak
5. menjadi pusat studi agama Budha di Asia tenggara

Berdasarkan berita dari Cina, I-Tsing dapat diketahui bahwa selama tahun 690 sampai 692, Kerajaan Sriwijaya telah meluaskan wilayahnya dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Hal ini juga diperkuat oleh 5 buah prasasti dari Kerajaan Sriwijaya yang kesemuanya ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti-prasasti tersebut adalah sebagai berikut :
1.   Prasasti Kedukan Bukit
2.   Prasasti Talang Tuwo
3.   Prasasti Kota Kapur
4.   Prasasti Telaga Batu
5.   Prasasti Karang Birahi
6.   Prasasti Ligor

Letak Sriwijaya strategis membawa keberuntungan dan kemakmuran. Walaupun demikian, letaknya yang strategis juga dapat mengundang bangsa lain menyerang Sriwijaya. Beberapa faktor penyebab kemunduran dan keruntuhan :
1.    Adanya serangan dari Raja Dharmawangsa 990 M.
2.    Adanya serangan dari kerajaan Cola Mandala yang diperintah oleh Raja Rajendracoladewa.
3.    Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275 - 1292.
4.    Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
5.    Adanya serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan Majapahit.

 

E.  KERAJAAN MATARAM HINDU-BUDHA

Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh 2 dinasti yaitu:
1.    Dinasti Sanjaya ( Hindu), memerintah Jawa Tengah bagian utara
2.    Dinasti Syailendra ( Budha), memerintah Jawa Tengah bagian selatan

Dinasti Sanjaya (Hindu)
Kerajaan Mataram diketahui dari Prasasti Canggal yang berangka tahun 732 Masehi yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pada mulanya Jawa (Yawadwipa) diperintah oleh Raja Sanna. Setelah ia wafat digantikan Sanjaya, putra Sannaha (saudara perempuan Sanna). Raja sanjaya merupakan Raja Mataram I dan pendiri wangsa/ dinasti Sanjaya

Selain dari prasasti Canggal, nama sanjaya juga dapat diketahui dari cerita parahyangan, dan Prasasti Mantyasih (Prasasti Kedu) yang di dikeluarkan oleh Raja Balitung pada tahun 907, yang memuat daftar raja-raja keturunan Sanjaya, sebagai berikut :
1.   Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2.   Sri Maharaja Rakai Panangkaran
6.   Sri Maharaja Rakai Pikatan
9.   Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung

Peninggalan Dinasti Sanjaya : Candi Gedong songo, komplek candi Dieng, Candi Rorojonggrang / Prambanan,  Candi Kalasan.
Peninggalan Dinasti Saylendra : Candi Pawon, Candi Mendut, Candi Borobudur, candi Sewu

Dinasti Syailendara ( Budha)
Asal-usul wangsa Saylendra dapat diketahui dari prasasti berbahasa melayu di Pekalongan Jawa tengah dan prasasti Kedukan Bukit (Sriwijaya), Palembang. Disebutkan bahwa abad 8M, ada seorang raja bernama Dapunta Saylendra / DapuntaHyang, mendirikan wangsa Saylendra. hubungan Wangsa Saylendra dgn Sanjaya blm diketahui.

Untuk mempersatukan 2 dinasti yang berbeda aga tersebut, diadakan perkawinan politik.
Antara Pramordhawardhani ( Saylendra ) dgn Rakai Pikatan (Sanjaya)
Adik Pramodhawardhani, Balaputradewa, menentang pernikahan itu. Pada tahun 856 Balaputradewa  berusaha merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan, namun usahanya itu gagal adan melarikan diri ke Suamatera kemudian menjadi raja terbesar di Sriwijaya.
Setelah pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menunjukkan kemunduran. Sejak pemerintahan Raja Balitung banyak mengalihkan perhatian ke wilayah Jawa Timur.
Wawa merupakan raja terakhir kerajaan Mataram. Pada saat inilah terjadi bencana meletusnya gunung Merapi yang memporak-porandakan daerah Jawa Tengah, karena hal ini Pusat kerajaan kemudian dipindahkan oleh seorang mahapatihnya (Mahamantri I hino) bernama Pu Sindok ke Jawa Timur.

 

F.  PERPINDAHAN KERAJAAN MATARAM KE JAWA TIMUR

Pu Sindok yang menjabat sebagai mahamantri i hino pada masa pemerintahan Raja Wawa memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur tersebut. Pada tahun 929 M, Pu Sindok naik tahta. la mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Isyana.
Meskipun mendirikan wangsa/ dinasti baru, namun naman Mataram tetap digunakan. Pu Sindok memerintah sampai dengan tahun 947 bersama permaisyurinya Sri Wardhani Pu Kbi. Pengganti-penggantinya dapat diketahui dari prasasti yang dikeluarkan oleh Airlangga, yaitu Prasasti Calcuta.

G.  KERAJAAN KADIRI
Pada akhir pemerintahannya Airlangga kesulitan dalam menunjuk penggantinyam, sebab Putri Mahkotanya bernama Sanggramawijaya menolak menggantikan menjadi raja. la memilih menjadi seorang pertapa. Maka tahta diserahkan kepada kedua orang anak laki-lakinya, Untuk menghindari perselisihan di antara keduanya maka kerajaan di bagi dua atas bantuan Pu Barada yaitu:
1.       Jenggala dengan ibukotanya Kahuripan
2.       Panjalu dengan ibukotanya Daha (Kadiri)
 Kemudian hanya Kediri yang menunjukkan aktifitas politiknya.
Pada masa pemerintahan Raja Kertajaya tahun 1222 terjadilah Perang Ganter antara Ken arok dengan Kertajaya. Ken Arok dengan bantuan para Brahmana (pendeta) berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter (Pujon, Malang)., Kerajaan Kediri pun runtuh.

H.           KERAJAAN SINGASARI

Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Dalam kitab Pararaton Ken Arok digambarkan sebagai seorang pencuri dan perampok yang sakti, sehingga menjadi buronan tentara Tumapel. Setelah mendapatkan bantuan dari seorang Brahmana, Ken Arok dapat mengabdi kepada Akuwu (bupati)  di Tumapel bernama Tunggul Ametung. Setelah berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok menggantikannya sebagai penguasa Tumapel. Ia juga menjadikan Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, sebagai permaisurinya. Pada waktu itu Tumapel masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kadiri.

Setelah merasa memiliki kekuatan yang cukup, Ken Arok berusaha untuk melepaskan diri dari Kadiri. Pada tahun 1222 Ken Arok berhasil membunuh Kertajaya, raja Kadiri terakhir. Ia kemudian  naik tahta sebagai raja Singasari dan mendirikan dinasti baru yaitu Dinasti Girinda.

Pada tahun 1227, Ken Arok dibunuh oleh Anusapati. Hal ini dilakukan sebagai balas dendam atas kematian ayahnya, Tunggul Ametung. Anusapati mengantikan berkuasa di Singasari. Ia memerintah selama 21 tahun. Sampai akhirnya ia dibunuh oleh Tohjaya,anak Ken Arok juga sebagai balas dendam atas kematian ayahnya.

Tohjaya naik tahta. Ia memerintah dalam waktu sangat singkat. Ia kemudian terbunuh oleh Ranggawuni (putra Anusapati). Pada tahun 1248 Ranggawuni naik tahta dengan gelar Srijaya Wisnuwardhana.
Pada tahun 1268 Wisnuwardhana mengangkat putranya, Kertanegara sebagai raja. la merupakan raja terbesar kerajaan Singasari. Kertanegara bercita-cita menyatukan Nusantara.
Pada tahun 1275, Kertanegara mengirimkan Ekspedisi Pamalayu.
Ekspedisi ini menimbulkan rasa khawatir raja Mongol,Kubilai Khan. Oleh karena itu pada tahun 1289 Kubilai Khan mengirimkan utusan bernama Meng-chi menuntut Singasari mengakui kekuasaan Kekaisaran Mongol atas Singasari. Kertanegara menolak tegas, bahkan utusan Cina itu dilukai mukanya. Perlakukan tersebut dianggap sebagai penghinaan dan tantangan perang.

Untuk menghadapi kemungkinan serangan dari tentara Mongol pasukan Singasari disiagakan dan dikirim ke berbagai daerah di Laut Jawa dan di Laut Cina Selatan. Sehingga pertahanan di ibukota lemah. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak senang terhadap Kertanegara, diantaranya Jayakatwang penguasa Kadiri dan Arya Wiraraja (bupati Madura). Pasukan Kadiri berhasil menduduki istana dan membunuh Kertanegara.

I.           KERAJAAN MAJAPAHIT  (kelanjutan kerajaan Singasari)
Raden Wijaya menantu Kertanegara berhasil melarikan diri ke Madura untuk minta bantuan Arya Wiraraja, bupati Sumenep. Atas nasihat Arya Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Atas jaminan dari Arya Wiraraja, Raden Wijaya diterima dan diperbolehkan membuka hutan Tarik yang terletak di dekat Sungai Brantas. Dengan bantuan orang-orang Madura, pembukaan hutan Tarik dibuka dan diberi nama Majapahit

Kemudian datanglah pasukan Tartar yang dikirim Kaisar Kubilai Khan untuk menghukum raja Jawa. Walaupun sudah mengetahui Kertanegara sudah meninggal, tentara Tartar bersikeras mau menghukum raja Jawa. Hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada Jayakatwang. Jayakatwang berhasil dihancurkan. Pada waktu tentara Tartar hendak kembali kepelabuhan, Raden Wijaya menghancurkan tentaraTartar, Setelah berhasil mengusir tentara Tartar, Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana pada tahun 1293.
Kertarajasa meninggal pada tahun 1309. Satu-satunya putra yang dapat menggantikannya adalah Kalagamet. la dinobatkan sebagai raja Majapahit dengan gelar Sri Jayanagara. Ia bukanlah raja yang cakap. Selain itu ia juga mendapatkan banyak pengaruh dari Mahapati. Akibatnya masa pemerintahannya diwarnai dengan adanya beberapa kali pemberontakan.

Pemberontakan yang paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti, pada tahun 1319. Kuti berhasil menduduki ibukota Majapahit, sehingga Jayanagara harus melarikan diri ke desa Bedander yang dikawal oleh pasukan Bhayangkari dipimpin oleh Gajah Mada. Pemberontakan Kuti ini berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Karena jasanya Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan. Pada tahun 1328 Jayanagara mangkat dibunuh oleh tabib istana, Tanca. Tanca kemudian dibunuh oleh Gajah Mada. Jayanagara tidak meninggalkan keturunan.

Karena Jayanagara tidak mempunyai keturunan, maka yang berhak memerintah semestinya adalah Gayatri atau Rajapatni. Akan tetapi Gayatri telah menjadi bhiksuni. Maka pemerintahan Majapahit kemudian dipegang oleh putrinya Bhre Kahuripan dengan gelar Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. la menikah dengan Kertawardhana. Dari perkawinan ini lahirlah Hayam Wuruk. Pada tahun 1331 terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta. Pemberontakan yang berbahaya ini dapat ditumpas oleh Gajah Mada. Karena jasanya Gajah Mada diangkat sebagai Patih Mangkubumi Majapahit. Pada saat pelantikan, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa.

Pada tahun 1350 M, lbu Tribhuwanatunggadewi, Gayatri meninggal. Sehingga Tribhuwana turun tahta. Penggantinya adalah putranya yang bernama Hayam Wuruk yang bergelar Rajasanagara. Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada sebagai Mahapatihnya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Dengan Sumpah Palapa-nya Gajah Mada berhasil menguasai seluruh kepulauan Nusantara ditambah dengan Siam, Martaban (Birma), Ligor, Annom, Campa dan Kamboja.

Pada tahun 1364, Patih Gajah Mada wafat ditempat peristirahatannya, Madakaripura, di lereng Gunung Tengger. Setelah Gajah Mada meninggal, Hayam Wuruk menemui kesulitan untuk menunjuk penggantinya. Akhirnya diputuskan bahwa pengganti Gajah Mada adalah empat orang menteri.

Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389. Ia disemayamkan di Tayung daerah Berbek, Kediri.  Seharusnya yang menggantikan adalah puterinya yang bernama Kusumawardhani. Namun ia menyerahkan kekuasaannya kepada suaminya, Wikramawardhana. Sementara itu Hayam Wuruk juga mempunyai anak laki-laki dari selir yang  bernama Bhre Wirabhumi yang telah mendapatkan wilayah kekuasaan di Kedaton Wetan (Ujung Jawa Timur). Pada tahun 1401 hubungan Wikramawardhana dengan Wirabhumi berubah mejadi perang saudara yang dikenal sebagai Perang Paregreg. Pada tahun 1406 Wirabhumi dapat dikalahkan di dibunuh. Tentu saja perang saudara ini melemahkan kekuasaan Majapahit. Sehingga banyak wilayah-wilayah kekuasaannya melepaskan diri.

Faktor- faktor yang menyebabkan kehancuran majapahit :
1.      Wafatnya Hayam Wuruk dan Maha Patih Gajah Mada
2.      Perang Paregreg
3.      Wilayah-wilayah melepaskan diri
4.      Serangan dari Cina – laksamana Ceng Ho
5.      Serangan dari kerajaan Islam Demak

Minggu, 25 Agustus 2013

Proses Lahirnya Sumpah Pemuda

Th  1908 : Indonesia Memasuki Babak sejarah Baru : Masa Kebangkitan Nasional
Yaitu bangkitnya keadaran suatu bangsa atas nasib bangsanya.
Ditandai dengan organisasi kebangsaan bersifat nasional dan dengan cara baru
Bersifat Nasional, mencakup seluruh bangsa
NB : sebelum th 1908 sifatnya sporadis /  lokal / daerah tertentu saja
Dengan Cara Baru : Mengubah cara melawan belanda dari perlawanan bersenjata ke cara perlawanan melalui organisasi modern

Latar Belakang  Lahirnya Kebangkitan Kebangsaan
- Faktor Eksternal :
         Kemenangan Jepang atas Rusia
         Bangkitnya Nasionalisme negara terjajah di Asia
- Faktor Internal :  munculnya kaum terpelajar,

Tambahan :  Dr.Wahidin Sudirohusodho : Tokoh pelopor kebangkiatan Kebangsaan , Bersepeda keliling P.Jawa untuk mencari dukungan Para Bupati guna Pendidikan bagi rakyat biasa

Organisasi-organisasi pada masa Kebangkitan Nasional
1. Boedi Oetomo (BO) – 20 Mei 1908 – didirikan para mahasiswa kedokteran STOVIA
Dipimpin : Soetomo, bergerak dibidang sosial.
menerbitkan Surat kabar  “Darmo Kondho”
2. Serikat Islam (SI), didirikan H. Samanhudi – kelak akan terpecah menjadi PKI
3. Indische Partij , merupakan organisasi politik pertama, didirikan oleh Tiga Serangkai ( Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat/ Ki Hajar Dewantara  , Dr.Cipto Mangunkusumo)
Surat Kabarnya : De Express
4. Organisasi-organisasi keguruan/pendidikan kebangsaan
Perguruan Taman Siswa (didirikan Ki Hajar Dewantara – Bpk Pendidikan Nasional), Perguruan Kayu Tanam, Perguruan Ksatrian.
5. Gerakan Kebangsaan Organisasi wanita
R. A  Kartini (1879-1904)  , Dewi Sartika    ,Maria W Maramis
Pada tanggal 22 Agustus 1928 Diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia I

Note :
Penemuan Identitas Nasional

Nama  “ Indonesia” pertama kali dimunculkan th 1850  oleh Etnolog Inggris, J.R Logan dalam “Journal of  The Indian Archipelago and Eastern Asia”. Menurutnya kata “Indonesia” berasal dari gabungan kata India dan Nesos artinya kepulauan di Hindia

1920 – 1942   Masa Pergerakan Nasional
Organisasi Kebangsaan mulai menggunakan Identitas  nama  “Indonesia “  maka seja th 1920 disebut  Masa Pergerakan Nasional
Ditandai dengan munculnya  Manifesto politik melalui organisasi bersifat radikal /keras.
Manifesto Politik artinya : Pernyataan terbuka oleh individu atau kelompok mengenai masalah bangsa.

Organisai-organisasi  masa Radikal
1.  Perhimpunan Indonesia (PI ) : Didirikan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda, antara lain : Iwa Kusumasumantri, Sutan Kesayangan, M.Noto, M.Hatta, Alisastro Amijoyo, dllPd Th 1925 PI melakukan manifesto politik,dibacakan oleh Moh. Hatta – Bhw masa depan Bangsa Indonesia ..............terletak pada pemerintah yang bertanggung jawab pada rakyatPernyataan Perhimpunan Indonesia ini Mengawali  Era Manifesto  Politik 1925

2. Partai Komunis Indonesia  (PKI)  : Diketuai Semaun dan AliminTujuan PKI, Mengusir penjajah Belanda dan mendirikan  Negara Komunis Indonesia.Melakukan Penyusupan ke  Organisasi Sarikat Indonesia (SI) sehingga menyebabkan SI terpecah.

3. Partai Nasional Indonesia  (PNI) : didirikan oleh Ir. Soekarno, Dr, Cipto  Mangunkusumo, dllManifesto Politik  PNI :  Mencapai Indonesia Merdeka
Asas Politiknya:    
- Self help / Berdikari
- Non Kooperatif : Tidak mau bekerjasama dengan penjajah
- Marhaenisme   :  memperjuangkan rakyat golongan bawah
Karena dianggap membahayakan Tokoh PNI diadili dan dibuang Ke Ende,NTT
Dalam persidangan di pengadilan, Ir Soekarno Membacakan Pidatao Pembelaannya berjudul  “INDONESIA MENGGUGAT”

4. Organisasi Kedaerahan :
Tri Koro Darmo , Jong Java, Jong Sumatera Bond, jong Celebes, jong Ambon,

Peranan Pers dlm menumbuhkembangkan Kesadaran  Nasional
Pers berperan sebagai sarana menyebarluaskan cita-cita Indonesia Merdeka dan memperkuat Kesatuan dan Persatuan Bangsa Indonesia
Pers yang didanai dan diterbitkan kalangan Cina –Pembrita Betawi,Matahari, Sinar Djawa
Pers yang diterbitkan organisasi Pergerakan :
  Darmo Kondo ( Budi Utomo)  
  Het Tijdshrift dan De Express ( Indische Partij)
  Oetoesan Hindia ( Sarikat Islam)
  Hindia Putra dan  Indonesia Merdeka ( Perhimpunan Indonesia)

KONGRES PEMUDA
Kongres Pemuda diselenggarakan oleh para pemuda   yang tergabung dalam organisasi  PPPI  (Perhimpunan Pemuda Pelajar Indonesia)

 Kongres    Pemuda I  :  diketuai Mohamad Tabarani
 27 april – 28 Mei 1926   Gagal menghasilkan keputusan karena unsur kedaerahan masing-masing organisasi   masih kental .

Kongres Pemuda II : Di ketuai  Sugondo Joyopuspito
diselenggarakan di Jln Keramat Raya No 106 Jkt 26 -  28 Oktober 1928
Hasil , 28 Oktober 1928 ~~~ Ikrar Sumpah Pemuda  ~~~
Pada saat dibacakan Ikrar Sumpah Pemuda dikibarkan Bendera Merah Putih diiringi Lagu kebangsaan Indonesia “ Indonesia Raya” Karya W.R Soepratman utk  Pertama kalinya.
Sumpah Pemuda adalah Puncak dan Inti dari Manifesto bangsa Indonesia.
Berkat Sumpah Pemuda, kegiatan organisasi selanjutnya memiliki arah yang Jelas Yaitu“Indonesia Merdeka”
Sebagai realisasi dibentuklah Organisasi Pemuda dalam  wadah Organisasi Gabungan Yaitu “Indonesia Muda”
                     

Perlawanan Rakyat melawan penjajah Kolonial di berbagai daerah

-       Perlawanan Sultan Agung, Mataram ( 2 x serangan ke Batavia : 1628 dan 1629)
-       Saparua-Maluku ( 1817), dipimpin Pattimura/Thomas Matulesi, melawan VOC
-       Perang Paderi , 1821- 1837) (Sumatera Barat)- dipimpin Imam Bonjol
Latar belakang perang Paderi: Berawal dari pertentangan kaum Adat dan kaum ulama (paderi),Belanda mengadu domba dgn mendukung kaum adat
-       Perang Diponegoro (1825-1830) di Jogjakarta, dipimpin Pangeran Diponegoro.
     Penyebab langsung perlawanan Diponegoro : Belanda memasang patok-patok pembuatan jalan diatas makam keluarga P. Diponegoro
Taktik yg digunakan Belanda untuk mengalahkan perlawanan P. Diponegoro yaitu taktik Benteng Stelsel (membangun benteng-benteng utk membatasi gerakan pasukan P. Doponegoro.
Perang berakhir setelah P.Diponegoro dibuang  ke Makasar
-       Perang Jagaraga Bali ( 1849 – 1906)   dipimpin patih Jelantik
-       Perang Banjar Kalimantan Selatan ( 1858-1866) dipimpin Pangeran Antasari dan Hidayatullah.
-       Perang Batak Sumatera Utara ( 1878- 1907)  dipimpin Sisingamangaraja
-       Perang Aceh ( 1873-1904 / 31 Th) dipimpin Teuku Umar,Panglima Polim,Cut Nyak Dien,  Cut Mutia,  dll
-       Gerakan Sosial, antara lain
1.    Gerakan protes petani di Cimonas dipimpin Arpan dan Mohamad Idris
2.    Gerakan Ratu Adil, di Jawa Timur ( Sidoharjo dan Kediri )

Tentang Perlawanan Rakyat di Berbagai daerah, latar Belakang, jalannya Perang, Sebab-sebab kekalahan dan lain-lain silahkan baca buku Cetak Pegangan siswa, IPS Sejarah Esis, halaman 16 - 23

Kritik Parlemen Belanda terhadap Sistem Tanam Paksa (culture Stelsel)
Kesengsaraan rakyat juga menimbulkan protes dikalangan parlemen Belanda sendiri, diantaranya Van Deventer  Mengusulkan Politik Etis/ politik Balas Budi,
Artinya : Belanda sudah mengeruk kekayaan dan memeras tenaga rakyat maka Belanda harus membalas budi dengan cara  program : Irigasi, edukasi, Transmigrasi

 Th 1870  Sistem Tanam paksa dihapus, diganti  Politik Pintu Terbuka/ politik Liberal
-       Menerbitkan UU Agraria th 1870
-       Pengusaha swasta boleh menanamkan modalnya
-       Pemerintah Belanda tidak lagi memonopoli perdagangan dan mengusahakan perkebunan.
-       Sistem tanam Paksa Dihapus, diganti Politik Etis / politik Balas Budi

Akibat positif : Edukasi menyebabkan munculnya kaum terpelajar yang nantinya akan menjadi pelopor Kebangkitan Nasional.
Gerakan kebangkitan Kebangsaan dipelopori oleh Dr Wahidin Sudirohusodho dengan cara bekeliling jawa mencari dukungan para Bupati

Bersambung : Silahkan klik  Proses Lahirnya Sumpah Pemuda

Proses Kebangkitan Nasional

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat Pasca VOC, Serta Pengaruh yg Ditimbulkannya di Berbagai Daerah

 Th 1511  Portugis , Bangsa Barat pertama yang datang di Indonesia, mendarat di Malaka dipimpin Alfonso  d’Albuquerque.
Th 1596  Belanda Mendarat di Banten. Dipimpin Cornelis de Houtman
                    Tujuannya untuk mencari rempah-rempah
Th 1602  VOC (Vereneenigde Oost Indische Compagnie)  berdiri atas prakarsa Heeren zeventies
 Dengan tujuan : menghindari persaingan dagang antar pedagang Belanda
VOC mendapat hak istimewa disebut Hak Octooi (mengenaai hak octrooi meliputi hak apa saja, silahkaan baca buku cetak !!)

Th 1799  VOC dibubarkan oleh Luis Napoleon,
Penyebabnya VOC dibubarkan adalah krn : bangkrut atau krisi keuangan faktor-faktor penyebab kebangkrutan antara lain :
1.    Pegawai tidak cakap,
2.    terjadi banyak korupsi,
3.    maraknya perdagangan gelap
4.    terlibat hutang besar dengan kerajaan Belanda.
5.    Persaingan dangang dgn EIC – Inggris
6.    Revolusi Perancis
 Untuk mengatasi hal itu, maka wilayah Indonesia diambil alih oleh pemerintah Belanda.

Th 1808 : Indonesia Dijajah Pemerintah Kolonial Belanda
-       Herman Willem Daendels diangkat sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda (Indonesia)
-       Dengan tugas : mengamankan pulau jawa dari serangan Inggris.
Kebijakan Masa pemerintahan Daendels :
-       Membangun Jalan Raya Anyer – Panarukan ( Pantura) guna transportasi militer dengan cara kerja paksa (rodhi)
-       Penyerahan pajak berupa hasil bumi ( Contingenten Stelsel)
-       Kewajiban menjual hasil bumi kpd Belanda dg harga yg ditetapkan ( Verpelichte Leveranties)
-       Memperbaiki struktur pemerintahan
-       Membangun pabrik senjata di Semarang
-       Membangun pangkaln Armada laut yang kuat, di Merak dan Ujung Kulon
-       Prianger Stelsel ( Rakyat Priangan diwajibkan menanam kopi)
-       Menjual tanah milik negara kepada pengusaha swasta asing.
Karena kekejamannya dan menjual tanah milik negara maka  H.W Daendels  digantikan  Janssens

Th 1811 Indonesia dijajah Inggris
Angkatan Laut Inggris (EIC)  dibawah pimpinan Lord Minto berhasil mengalahkan Belanda
Penyerahan kekuasaan dari Belanda ke Inggris dilakukan  di Tuntang –Salatiga, dikenal dengan “perjanjian Tuntang”
Gubernur Jenderal kolonial Belanda  : Thomas Stanford Raffles
Kebijakan Raffles :
-          Kerja Rodi dan penyerahan wajib dihapuskan
-          Memberlakukan Landrant system (sistem sewa tanah), Namun gagal karena
1.    tidak didukung para bupati yang merasa dirugikan ,
2.    rakyat Indonesia belum mengerti sistem sewa/uang,
3.    kesulitan menentukan besarnya sewa terhadap luas tanah.
Jasa Raflles terhadap bangsa Indonesia
-     menemukan bunga Rafflessia Arnoldi
-     mengarang buku “History of Java”
-     membangun Kebun Raya Bogor
Akibat Konvensi London, Inggris harus mengembalikan Indonesia ke tangan Belanda.

Th 1814    Indonesia Kembali Dijajah Belanda
  Kebijakan pemerintah Kolonial Belanda
          
Th 1830  : Diberlakukan  Sistem Tanam Paksa ( Cultur Stelsel ) – Ide Van Den Bosch
Sistem tanaman paksa yaitu : Rakyat dipaksa menanam tanaman perdagangan (kopi,teh,kopi pala,tebu,karet,dll)
Kerja paksa (Rodhi), Ekstripasi dll.............
Akibat kebijakan Kolonial Belanda, Menimbulkan:
-       Terjadi wabah penyakit dan kematian karena kelaparan.
-       Perubahan kehidupan masyarakat diberbagai bidang (Politik, ekonomi, kebudayaan, sosial)
-       Perlawanan Rakyat diberbagai daerah.